Minggu, 30 Juli 2017

Tugas 1: Mendeskripsikan Pengertian Budaya Politik


a.     Deskripsikan pengertian budaya politik!

Deskripsi secara umum:
Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya.

Deskripsi menurut ahli:
·  Austin Ranney: Menurut Austin Ranney, pengertian budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik. 
·  Gabriel A. Almond dan G.Bingham Powell, Jr. : Menurutnya, pengertian budaya politik adalah sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi. 
·  Sidney Verba: Menurut Sidney Verba, budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekskpresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan. 
·  Moctar Massoed: Menurut Moctar Massoed, pengertian budaya politik adalah sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya.  
·  Miriam Budiardjo: Menurut Miriam Budiardjo, budaya politik adalah keseluruhan dari pandangan-pandangan politik, seperti norma-norma, pola-pola orientasi terhadap politik dan pandangan hidup pada umumnya. 

b.     Identifikasi ciri-ciri budaya politik!

Ciri-ciri budaya politik:
ü  Terdapat pengaturan kekuasaan 
ü  Perilaku dari aparat-aparat negara 
ü  Proses pembuatan kebijakan pemerintah 
ü  Adanya kegiatan partai-partai politik 
ü  Adanya gejolak masyarkat terhadap kekuasaan yang memerintah 
ü  Mengenai pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat
ü  Adanya budaya politik mengenai masalah legitimasi. 

c.      Identifikasikan tentang macam-macam budaya politik!

Macam-macam budaya politik:

a.    Budaya Politik Parokial 
Budaya Politik Parokial adalah budaya politik dengan tingkat partisipasi politik yang sangat rendah. Budaya politik parokial umumnya terdapat dalam masyarakat tradisional dan lebih bersifat sederhana. Berdasarkan pendapat Moctar Masoed dan Colin Mc. Andrew, yang mengatakan budaya politik parokial adalah orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali adanya pemerintahan dan politik.
Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial :
·       Apatis 
·       Lingkupnya sempit dan kecil 
·       Pengetahuan politik rendah 
·       Masyarakatnya yang sederhana dan tradisional
·       Adanya ke tidak peduli dan juga menarik diri dari kehidupan politik 
·       Anggota masyarakat condong tidak berminat terhadap objek politik yang luas 
·       Kesadaran anggota masyarakat mengenai adanya pusat kewenangan dan                            kekuasaan dalam masyarakatnya rendah
·       Tidak ada peranan politik bersifat khusus 
·       Warga negara tidak sering berhadap dalam sistem politik 

b. Budaya Politik Kaula/Subjek 
Budaya politik kaula adalah budaya politik dengan masyarakat yang sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya, namun masih relatif pasif. Budaya politik kaula atau subjek berada pada orang secara pasif patuf pada pejabat-pejabat pemerintahan dan undang-undang, akan tetapi tidak melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam pemilihan. Budaya politik kaula memiliki tingkat perhatian pada sistem politik sangat rendah.
Ciri-Ciri Budaya Politik Kaula/Subjek :
·       Masyarakat menyadari sepenuhnya otoritasi pemerintah 
·       Sedikit warga memberi masukan dan tuntutan kepada pemerintah, namun dapat menerima apa yang berasal dari pemerintah 
·       Menerima putusan yang dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dikoreksi, terlebih lagi ditentang. 
·       Sikap warga sebagai aktor politik adalah pasif, artinya warga tidak dapat berbuat banyak untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik. 
·       Warga menaruh keadaran, minat, dan perhatian pada sistem politik secara umum dan khusus terhadap objek output, sedangkan untuk kesadarannya terhadap input dan kesadarannya sebagai aktor polirik masih rendah. 

c. Budaya Politik Partisipan 
Budaya politik partisipan adalah budaya politik yang ditandai adanya kesadaran politik yang sangat tinggi. Budaya politik partisipan dapat dikatakan suatu bentuk budaya yang anggota masyarakatnya condong diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai keseluruhan dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif. Budaya politik yang ditandai dengan adanya kesadaran dirinya atau orang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik. Umumnya masyarakat budaya politik partisipan sadar bahwa betapapun kecil partisipasi dalam sistem politik, tetap saja merasa berarti dan berperan dalam berlangsungnya sistem politik. Begitu pun dengan budaya politik partisipan, masyarakat tidak menerima langsung keputusan politik, karena merasa sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik yang memiliki hak dan tanggung jawab.
Ciri-Ciri Budaya Politik Partisipan 

·  Warga menyadari hak dan tanggung jawabnya dan dapat mempergunakan hak            serta menanggung kewajibannya 
·  Tidak begitu saja menerima keadaan, tunduk pada keadaan, berdisiplin tetapi dapat menilai dengan penuh kesadaran semua objek politik, baik secara keseluruhan, input, output, maupun posisi dirinya sendiri. 
·  Kehidupan politik sebagai sarana transaksi, misalnya penjual dan pembeli. Warga menerima menurut kesadarannya tetapi dapat menolak menurut penilainnya sendiri. 
·  Menyadari sebagai warga negara yang aktif dan berperan sebagai aktivis. 

d.  Analisis faktor penyebab berkembangnya budaya politik di daerahnya!

a. Modernisasi
Modernisasi sejalan dengan perkembangan Industrialisasi perbaikan pendidikan dan media komunikasi massa maka terjadilah perubahan nasib yang menuntut berperan dalam politik.

b. Perubahan Struktur Kelas Sosial
Perubahan struktur kelas sosial merupakan salah satu dampak modernisasi adalah timbulnya kelas pekerja baru dan kelas menengah yang berpartisipasi dalam pembuatan keputusan politik.

c. Pengaruh Kaum Intelektual dan Komunikasi Massa Modern
Pengaruh kaum intelektual
dan komunikasi massa modern adalah kaum intelek (sarjana, pengarang, dan wartawan) melalui ide-idenya membangkitkan tuntutan akan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan politik.

d. Konflik Kelompok-Kelompok Pemimpin Politik
Konflik di antara kelompok-kelompok pemimpin politik. Dengan adanya persaingan politik untuk memperebutkan kekuasaan timbul gerakan rakyat untuk menuntut hak-hak rakyat dipenuhi.

e. Keterlibatan Pemerintah yang Meluas dalam Urusan Sosial, Ekonomi, dan Kebudayaan
Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang membawa akibat tindakan-tindakan yang makin menyusup ke segala bidang kehidupan rakyat.

e. Evaluasilah budaya politik yang berkembang di masyarakat!


Kejadian yang ada di masyarakat berpengaruh besar terhadap budaya politik yang ada di masyarakat. Budaya politik bisa berkembang lebih maju karena masyarakat juga semakin menyatu