Tugas 1: Mendeskripsikan Pengertian Budaya Politik
a. Deskripsikan pengertian budaya
politik!
Deskripsi secara umum:
Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan
bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum,
norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya.
Deskripsi menurut ahli:
· Austin
Ranney: Menurut Austin Ranney, pengertian
budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan
pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-orientasi
terhadap objek-objek politik.
· Gabriel
A. Almond dan G.Bingham Powell, Jr. : Menurutnya,
pengertian budaya politik adalah sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang
berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang
terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi.
· Sidney
Verba: Menurut Sidney Verba, budaya
politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekskpresif dan
nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik
dilakukan.
· Moctar
Massoed: Menurut Moctar Massoed,
pengertian budaya politik adalah sikap dan orientasi warga suatu negara
terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya.
· Miriam
Budiardjo: Menurut Miriam Budiardjo, budaya
politik adalah keseluruhan dari pandangan-pandangan politik, seperti
norma-norma, pola-pola orientasi terhadap politik dan pandangan hidup pada
umumnya.
b.
Identifikasi ciri-ciri budaya
politik!
Ciri-ciri budaya politik:
ü Terdapat pengaturan kekuasaan
ü Perilaku dari aparat-aparat negara
ü Proses pembuatan kebijakan pemerintah
ü Adanya kegiatan partai-partai politik
ü Adanya gejolak masyarkat terhadap kekuasaan yang
memerintah
ü Mengenai pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat
ü Adanya budaya politik mengenai masalah
legitimasi.
c.
Identifikasikan tentang macam-macam budaya
politik!
Macam-macam budaya politik:
a.
Budaya
Politik Parokial
Budaya Politik Parokial adalah budaya politik
dengan tingkat partisipasi politik yang sangat rendah. Budaya politik parokial
umumnya terdapat dalam masyarakat tradisional dan lebih bersifat sederhana.
Berdasarkan pendapat Moctar Masoed dan Colin Mc. Andrew, yang mengatakan budaya
politik parokial adalah orang-orang yang tidak mengetahui sama sekali adanya
pemerintahan dan politik.
Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial :
· Apatis
· Lingkupnya
sempit dan kecil
· Pengetahuan
politik rendah
· Masyarakatnya
yang sederhana dan tradisional
· Adanya
ke tidak peduli dan juga menarik diri dari kehidupan politik
· Anggota
masyarakat condong tidak berminat terhadap objek politik yang luas
· Kesadaran
anggota masyarakat mengenai adanya pusat kewenangan dan kekuasaan
dalam masyarakatnya rendah
· Tidak
ada peranan politik bersifat khusus
· Warga
negara tidak sering berhadap dalam sistem politik
b. Budaya Politik Kaula/Subjek
Budaya politik kaula adalah budaya politik
dengan masyarakat yang sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya, namun
masih relatif pasif. Budaya politik kaula atau subjek berada pada orang secara
pasif patuf pada pejabat-pejabat pemerintahan dan undang-undang, akan tetapi
tidak melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam pemilihan.
Budaya politik kaula memiliki tingkat perhatian pada sistem politik sangat
rendah.
Ciri-Ciri Budaya Politik Kaula/Subjek :
· Masyarakat
menyadari sepenuhnya otoritasi pemerintah
· Sedikit
warga memberi masukan dan tuntutan kepada pemerintah, namun dapat menerima apa
yang berasal dari pemerintah
· Menerima
putusan yang dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dikoreksi, terlebih lagi
ditentang.
· Sikap
warga sebagai aktor politik adalah pasif, artinya warga tidak dapat berbuat
banyak untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik.
· Warga
menaruh keadaran, minat, dan perhatian pada sistem politik secara umum dan
khusus terhadap objek output, sedangkan untuk kesadarannya terhadap input dan
kesadarannya sebagai aktor polirik masih rendah.
c. Budaya Politik Partisipan
Budaya politik partisipan adalah budaya politik
yang ditandai adanya kesadaran politik yang sangat tinggi. Budaya politik
partisipan dapat dikatakan suatu bentuk budaya yang anggota masyarakatnya
condong diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai keseluruhan dan
terhadap struktur dan proses politik serta administratif. Budaya politik yang
ditandai dengan adanya kesadaran dirinya atau orang lain sebagai anggota aktif
dalam kehidupan politik. Umumnya masyarakat budaya politik partisipan sadar
bahwa betapapun kecil partisipasi dalam sistem politik, tetap saja merasa
berarti dan berperan dalam berlangsungnya sistem politik. Begitu pun dengan
budaya politik partisipan, masyarakat tidak menerima langsung keputusan
politik, karena merasa sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik yang
memiliki hak dan tanggung jawab.
Ciri-Ciri Budaya Politik Partisipan
· Warga
menyadari hak dan tanggung jawabnya dan dapat mempergunakan hak serta menanggung kewajibannya
· Tidak
begitu saja menerima keadaan, tunduk pada keadaan, berdisiplin tetapi dapat
menilai dengan penuh kesadaran semua objek politik, baik secara keseluruhan,
input, output, maupun posisi dirinya sendiri.
· Kehidupan
politik sebagai sarana transaksi, misalnya penjual dan pembeli. Warga menerima
menurut kesadarannya tetapi dapat menolak menurut penilainnya sendiri.
· Menyadari
sebagai warga negara yang aktif dan berperan sebagai aktivis.
d. Analisis
faktor penyebab berkembangnya budaya politik di daerahnya!
a. Modernisasi
Modernisasi sejalan dengan perkembangan Industrialisasi
perbaikan pendidikan dan media komunikasi massa maka terjadilah perubahan nasib
yang menuntut berperan dalam politik.
b.
Perubahan Struktur Kelas Sosial
Perubahan struktur kelas sosial merupakan salah satu dampak
modernisasi adalah timbulnya kelas pekerja baru dan kelas menengah yang
berpartisipasi dalam pembuatan keputusan politik.
c.
Pengaruh Kaum Intelektual dan Komunikasi Massa Modern
Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern adalah kaum intelek
(sarjana, pengarang, dan wartawan) melalui ide-idenya membangkitkan tuntutan
akan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan politik.
d.
Konflik Kelompok-Kelompok Pemimpin Politik
Konflik di antara kelompok-kelompok pemimpin politik. Dengan
adanya persaingan politik untuk memperebutkan kekuasaan timbul gerakan rakyat
untuk menuntut hak-hak rakyat dipenuhi.
e.
Keterlibatan Pemerintah yang Meluas dalam Urusan Sosial, Ekonomi, dan Kebudayaan
Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial,
ekonomi, dan kebudayaan. Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang
membawa akibat tindakan-tindakan yang makin menyusup ke segala bidang kehidupan
rakyat.
e. Evaluasilah budaya
politik yang berkembang di masyarakat!
Kejadian yang ada di
masyarakat berpengaruh besar terhadap budaya politik yang ada di masyarakat.
Budaya politik bisa berkembang lebih maju karena masyarakat juga semakin
menyatu